This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label FHK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FHK. Tampilkan semua postingan

Maret 13, 2024

Taat (Bacaan Alkitab : Markus 14:32-42)

Sejak kecil kita telah diajarkan tentang ketaatan bahkan kalau kita sebagai orang tua selalu mengajarkan anak-anak kita tentang ketaatan. Taat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti senantiasa tunduk (kepada Tuhan, pemerintah dan sebagainya), sedangkan menaati berarti mematuhi, menurut (perintah, aturan dan sebagainya). Lebih lanjut dijelaskan ketaatan berarti kepatuhan, kesetian, kesalehan. (sumber: https://kbbi.web.id/taat)

Bagi orang Kristen, taat, menaati dan ketaatan merupakan tindakan kehidupan yang mencerminkan kesetian kepada Tuhan sebagai wujud iman Kristen. Markus 14:32-42 memberikan gambaran tentang ketaatan dan ketidaktaatan. Di taman Getsemani Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini sementara Aku berdoa." Permintaan Yesus terhadap murid-murid-Nya begitu sederhana untuk dilakukan, yaitu duduk dan berjaga-jaga sementara Yesus berdoa. Dalam ketaatan Yesus berdoa supaya sekiranya mungkin, saat itu lalu daripanya. Dua hal penting dalam doa Yesus adalah :

Pertama : Yakin pada kuasa Bapa "Ya Abba, ya Bapa tidak ada yang mustahil bagi-Mu"

Kedua : Memasrahkan seluruh kehidupan-Nya kepada Bapa "janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki"

Doa Yesus mencerminkan ketaatanNya untuk melaksanakan perintah Bapa meskipun ia harus melewati sengsara demi keselamatan manusia. Hal ini berbeda dengan yang terjadi dengan murid-murid-Nya yang justru tertidur meskipun sebelumnya telah diingatkan untuk duduk dan berjaga-jaga. sehingga Yesus mengingatkan mereka: "berjaga-jagalah dan berdoalah supaya kamu jangan jatuh kedalam pencobaan.

Hal yang sama juga sering dialami oleh orang Kristen masa kini, dimana kita sering tidak taat bahkan pada hal-hal kecil. Kita seringkali abai atau bahkan sengaja mengabaikan perintah Tuhan hanya untuk kesenangan duniawi. Godaan dunia sering membuat kita tidak taat sehingga membuat iman kita "tertidur" sebab "mata iman kita sudah berat" oleh berbagai keinginan duniawi. Firman Tuhan mengingatkan kita "bangunlah, marilah kita pergi"  sebagai ajakan bagi kita untuk taat pada kehendak Allah Bapa dengan melakukan kehendak Firman Tuhan agar kita tetap terjaga dan kuat dalam menghadapi dinamika kehidupan yang penuh dengan tantangan dan pergumulan. Yesus telah mengajarkan kita tentang hidup taat melalui doa-Nya, yaitu yakin pada kuasa Allah dan memasrahkan seluruh kehidupan kepada Allah bahkan dalam pergumulan sekalipun. 

Taat, menaati dan ketaatan menjadi kunci penting bagi kita untuk setia melakukan kehendak  Allah. Amin

Maret 10, 2024

Berbuat Yang Terbaik Selagi Masih Ada Waktu (Markus 14:3-9)

Hidup adalah kesempatan yang perlu dimanfaatkan selagi masih ada waktu. Ada saat dimana kita memiliki kesempatan dalam hidup ini tetapi tidak ada waktu luang untuk melakukannya sebaliknya terkadang kita memiliki waktu yang cukup banyak tetapi kita tidak memilki kesempatan untuk melakukannya sebab mungkin peran kita telah dilakukan oleh orang lain. 
Bacaan Akitab Markus 14:3-9, memberi pelajaran penting bagi kita untuk berbuat yang terbaik selagi masih ada waktu. 
Dicertakan tentang seorang perempuan yang memberikan persembahan yang luar biasa kepada Yesus. Ia membawa buli-buli berisi minyak narwastu  yang mahal harganya dan menuangkan minyak itu keatas kepala Yesus. Meskipun pada saat yang sama ada yang meuji tindakannya tetapi ada juga yang menganggap itu sebagai pemborosan. Tetapi dari tindakan perempuan ini kita melihat  tentang ketulusan ddan pentingnya berbuat baik bukan supaya dipuji atau mencari keuntungan. 
Seperti perempuan ini, kitapun terpanggil untuk memberikan yang terbaik bagi Tuhan bukan dengan minyak narwastu tetapi melalui waktu, tenaga, dan kesedian kita untuk menjadikan kehidupan kita sebagai persembahan yang kudus dan berkenan kepada Tuhan.
Bacaan hari ini juga menuntun kita untuk bertindak dengan segera ketika melayani Tuhan. Selagi masih ada waktu kita mempergunakan seluruh potensi yang ada pada kita untuk melayani Tuhan.
Yesus berkata kepada perempuan itu, "Sesungguhnya dimana saja Injil diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia" (Markus 14:9).
Markus 14:3-9 menginspirasi kita untuk melakukan yang terbaik tanpa perlu menunggu atau menunda waktu sebab waktu kita terbatas adanya. Dilain pihak tetap fokus pada ketulusan dan keiklasan ketika berbuat baik dan melayani Tuhan. Artinya kita melayani Tuhan dengan sepenuh hati supaya jejak kehidupan kita menjadi teladan bagi semua orang sehibgga kehidupan kita menjaddi berkat seperti syair lagu "bila saatnya nanti ku tak berdaya lagi, hidup ini sudah jadi berkat.
Mari berbuat yang terbaik selagi masih ada waktu. Amin